Home » Dosen » 7 Langkah Sukses Mempersiapkan Kuliah S2

7 Langkah Sukses Mempersiapkan Kuliah S2

Artikel ini membahas persiapan kuliah s2, yaitu langkah – langkah yang harus anda ambil untuk dipersiapkan jika anda memutuskan untuk studi lanjut ke jenjang tersebut. Kuliah S2 atau Magister saat ini bukan lagi termasuk barang mewah, walau belum bisa dikatakan hal yang lazim bagi masyarakat di Indonesia. Umumnya, jenjang pendidikan tinggi di Indonesia adalah Sarjana (S1) atau Diploma 4 (D4), dan Diploma 3 (D3). Jenjang pendidikan tersebut hampir dapat kita katakan harus, yang mau tidak mau akan ditempuh jika ingin bersaing untuk mendapatkan pekerjaan atau pun bersaing dalam dunia usaha.

Namun relatif berbeda dengan jenjang yang labih tinggi seperti Magister (S2) dan Doktor (S3). Pada tahap ini orang perlu pertimbangan yang cukup untuk memutuskan studi lanjut, perlu komitmen yang lebih tinggi untuk menjalaninya, dan perlu biaya yang lebih besar. Padahal lapangan kerja yang menyaratkan gelar Magister (S2) tidak banyak. Oleh karena itu, sangat peting untuk mempersiapkan kuliah S2 agar anda berada pada jurusan yang tepat, pada perguruan tinggi yang tepat dan selesai dengan hasil yang baik. Akan sangat disayangkan jika effort yang sedemikian besar dikeluarkan hanya menghasilkan selembar ijazah tanpa kehalian yang dapat anda jadikan andalan.

Berikut ini adalah langkah – langkah yang dapat anda tempuh saat telah memutuskan untuk melanjutkan kuliah S2

1. Menemukan Jurusan Yang Sesuai

Kata “menemukan” rasanya lebih tepat digunakan daripada “memilih”. Menemukan memerlukan proses pengumpulan informasi, pencarian hingga memutuskan, sedangkan memilih lebih cenderung pada adanya beberapa alternatif lalu anda putuskan. Mengherankan jika ada seseorang yang ingin kuliah S2 namun masih bertanya “jurusan apa yang akan saya pilih?”. Karena seharusnya anda sudah tahu ingin memperdalam ilmu tentang apa, baru kemudian memutuskan studi lanjut, bukan sebaliknya.

Jika anda seorang pendidik seperti Guru atau Dosen, maka melanjutkan kuliah S2 adalah wajib. Tentu dengan jurusan yang relevan dengan topik, mata kuliah atau mata pelajaran yang anda ampu. Beda halnya jika anda seorang karyawan kantoran, tentu akan lebih banyak yang dipertimbangkan. Lihat kondisi anda saat ini, ilmu apa yang akan membuat karir anda meningkat? Walapun kadang beda jurusan dengan S1 anda. Apa yang membuat anda bahagia dalam bekerja, ilmu tentang itu yang perlu anda perdalam. “Saya jurusan peternakan, tapi bekerja di bank”, maka silakan pilih mau melanjutkan bekerja di bank lalu ambil jurusan tentang finansial, atau melanjutkan bidang pertanian. Silakan Baca artikel tentang memilih jurusan kuliah S2 di sini dan di sini

Hal lain yang perlu anda pertimbangkan juga adalah perkembangan ilmu pada jurusan tersebut, ilmu yang terus berkembang biasanya menandakan kebutuhan akan skill itu terus meningkat. Hindari jurusan – jurusan yang tidak memberikan impact yang besar bagi karir atau gaji anda. Alih – alih kuliah S2, mungkin lebih baik mengambil kursus.

2. Menemukan Tema Penelitian

Program Kuliah S2 tidak dapat kita samakan dengan kuliah S1, karena lebih spesifik dan lebih mengarah pada orientasi riset atau penelitian. Maka sebaiknya setelah anda yakin dnegan jurusan yang akan anda ambil, anda juga sangat perlu untuk menemukan tema penelitian yang sesuai dengan background atau minat anda. Misalkan anda ingin melanjutkan kuliah pada jurusan Elektro, bidang ini masih sangat luas, anda dapat mempersempit apakah tentang teknologi Elektronika, Sistem Kendali Industri, Energi dan Daya Listrik, atau Robotika.

Bagaimana cara nya menemukan tema yang tepat? Anda harus mulai membaca karya ilmiah atau Jurnal – jurnal penelitian orang lain pada bidang yang anda minati. Dari jurnal tersebut coba lah untuk membuat peta tentang tren penelitian mana yang terus berkembang, pada area mana mereka meneliti, termasuk kelemahan atau hal – hal yang belum terselesaikan dalam penelitian mereka. Setelah anda membaca jurnal dalam jumlah yang cukup (saran : minimal 20 jurnal yang relevan) lalu memetakan jurnal – jurnal tersebut, seharusnya anda sudah dapat memposisikan diri anda akan meneliti pada area mana.

3. Menentukan Pilihan Perguruan Tinggi

Seperti halnya banyak yang salah memilih jurusan banyak juga yang keliru dalam memutuskan perguruan tinggi yang dipilih untuk melanjutkan studi Kuliah S2. Mana yang lebih baik, perguruan tinggi Swasta atau Negeri? Universitas atau Institut? Atau  malah Politeknik? Tidak ada jawaban yang pasti, karena setiap bentuk perguruan tinggi memiliki kelebihan dan keurangan masing – masing. Termasuk mereka juga memiliki ciri masing – masing. Sebuah perguruan tinggi yang bagus reputasi di bidang Teknik belum tentu sama baik di bidang Sosial.

Oleh karena itu setelah anda tahu tema penelitian yang akan anda tempuh, maka akan lebih mudah menyesuaikan perguruan tinggi yang cocok. Perguruan tinggi tertentu mungkin lebih banyak fokus pada riset akademik keilmuan seperti pengembangan metode,teori atau temuan baru, di tempat lain lebih banyak pada riset terapan seperti optimasi dan improvement.

Pada tahap yang lebih serius, jika anda seorang dosen misalnya, anda perlu untuk menemukan Doktor atau Profesor pada perguruan tinggi tersebut yang dapat anda jadikan pilihan untuk membimbing. Tentunya dengan lingkup riset yang sesuai dengan anda.

4. Menyiapkan TOEFL

Saat ini hampir semua perguruan tinggi memberi syarat Score TOEFL tertentu untuk dapat masuk ke program kuliah S2. Setidaknya saat anda sudah masuk, maka sebelum ujian Tesis Score TOEFL anda harus mencapai nilai tertentu. Maka anda perlu mempersiapkannya dengan baik. Belajar TOEFL bukan berarti anda harus les atau kursus, anda dapt belajar secara otodidak jika dirasa kemampuan bahasa inggris anda cukup baik. Anda dapat mengikuti pelatihan – pelatihan Online secara gratis, mengunduh soal – soal tes TOEFL beserta pembahasannya. Buku latihan TOEFL juga sangat mudah anda temukan di toko buku. Cobalah untuk mulai membiasakan membaca artikel dalam bahasa inggris, menonton film tanpa text, mendengarkan cerita atau siaran dalam bahasa inggris untuk melatih kemampuan anda.

5. Berlatih Tes Potensi Akademik

Tes Potensi Akademik (TPA) juga merupakan salah satu ukuran untuk dapat diterima pada program kuliah S2. Sebenarnya soal – soal pada Tes Potensi Akademik bisa dikatakan mudah, karena tingkat kesulitannya setara soal siswa SMA atau bahkan SMP. Namun menjadi sulit karena anda telah jauh dari masa – masa sekolah, mengerjakan PR, atau ujian tulis. Terlebih lagi banyak soal yang harus diselesaikan dalam waktu yang sempit.

Solusinya anda bisa mulai berlatih mengerjakan soal – soal tersebut. Buku tentang Tes Potensi Akademik dapat anda beli di toko buku, saya bisa pastikan ada. Atau mengunduh soal latihan dari internet. Lakukan simulasi tes seperti tes sesungguhnya dengan soal yang baru, batasan waktu dan tanpa kalkulator. Berikut ini salah satu link untuk TPA Online

6. Menentukan Sumber Pembiayaan

Program Kuliah S2 ini memerlukan biaya yang tidak sedikit dan memerlukan konsentrasi khusus mengingat akan ada banyak tugas, project atau jurnal yang harus anda bedah. Mengandalkan biaya sendiri bukan tidak mungkin, hanya saja bila penghasilan anda tidak banyak surplus untuk membiayai kuliah, maka lebih baik mencari sumber pembiayaan lain. Jika anda dosen atau guru, akan lebih mudah mengajukan program beasiswa kuliah S2 kepada institusi perguruan tinggi.

Jika anda seorang karyawan kantoran, anda perlu membicarakan rencana kuliah S2 anda dengan pihak HRD tentang kemungkinan mendapatkan bea siswa. Pastikan anda cukup persuasif memberikan argumen tentang rencana kuliah anda.

Saat ini banyak bea siswa yang diselenggarakan oleh negara seperti beasiswa LPDP dari Kemenkeu, informasi beasiswa dalam negeri dapat anda temukan di sini. Sedangkan di luar negeri justru tak kalah banyak, anda dapat menemukan info program bea siswa di internet atau mengikuti pameran – pameran bea siswa luar negeri.

7. Membuat Komitmen Tegas

Bagian akhir dari semua langkah tersebut adalah komitmen. Komitmen tersebut dapat anda wujudkan dalam sebuah Time Plan, kapan anda harus mulai kuliah S2, kemudian tarik mundur 6 langkah sebelumnya harus terpenuhi. Buatlah target yang cukup realistis misalkan 1 atau 2 tahun mendatang, sehingga akan cukup bagi anda untuk mempersiapkan. Misalnya anda ingin kuliah S2 2 tahun mendatang, maka anda harus mencapai score TOEFL 500 pada bulan ke 12 dari hari ini. Biasakan untuk membuat reward and punishment bagi anda sendiri saat target tercapai atau gagal, seperti tidak boleh nonton ke bioskop sampai Score TOEFL tercapai.

Jika anda sudah berkeluarga, tentu harus dibicarakan dengan pasangan anda karena setidaknya selama 2 tahun kesibukan anda akan bertambah. Pastikan anda telah memiliki sumber pembiayaan yang jelas sebelum mendaftar program tersebut.

Demikian 7 langkah yang perlu anda persiapkan sebelum memulai perkuliahan S2 agar anda dapat sukses diterima diperguruan tinggi idaman dengan juruan dan lingkup ilmu yang tepat.

20 thoughts on “7 Langkah Sukses Mempersiapkan Kuliah S2

  1. @bangsaid says:

    Hahaha..
    Saya kadang blom terbiasa soal reward & punishment itu. Kalo pengen nonton ya nonton 😅

    1. ekasamsul says:

      Karena lagi ga ada yg dipertaruhkan kali bang, jd ngapain ga nonton hehe…
      Kalo dulu saya reward nya selesai kuliah cepet adalah liburan lama di rumah, jd semangat nulis tesis.

  2. Wawan says:

    Wah, point nomor 2 jadi info penting buat saya. Thanks for this nice posting.

    1. ekasamsul says:

      Siip bro,, semoga bermanfaat n membawa perubahan hahaha…

  3. cputriarty says:

    Beberapa tahun yg lalu bljar ke S2 jadi list Buckets.Namun kini menguap entah kemana gegara kebutuhan anak n kondisi tubuh yg gak fit.genti pngin bisa jalan2 ke luar negeri ajaah😎✌✌

    1. ekasamsul says:

      yang penting tetap semangat cari ilmunya mbak, 🙂

  4. Diah indri says:

    lengkap banget sharingnya sips!

    1. ekasamsul says:

      terima kasih mbak Diah, semoga bermanfaat..

  5. Mbak Avy says:

    saya fokus di nomor 6 mas
    anak2 sekarang maunya cari sekolah sendiri
    *curhat emak2 yg punya anak remaja hehehe

    1. ekasamsul says:

      malah bagus itu kalo udah punya minat sendiri, daripada repot2 dicariin dia ga mau, malah mogok dijalan.
      emak bapaknya tinggal jadi penyumbang dana 😀

  6. Saya sudah nggak mungkin lanjutin S2 he3
    Alasan utama karena ijazah s1 saya nggak diakui ama pihak kantor.

    1. ekasamsul says:

      yang penting ilmunya berkembnag terus pak, ilmu ngeblog nya juga hahaha…

  7. Arni says:

    Menarik
    Dan saya selalu salut sama mereka yang semangat belajarnya tak pernah padam. Lulus S1 lanjut ke jenjang berikutnya

    Makasi sharingnya mas

    1. ekasamsul says:

      sama2 mbak, semoga bermanfaat 🙂

  8. April Hamsa says:

    No 1 aku banget, gak linier. Sbnrnya sih msh berhubungan, cuma saat semester 3 disuruh pilih cabang aku lbh milih ke perusahaan/ industri ketimbang pemerintahan (S1-ku administrasi negara). Nah, kemudian ada masanya menyesal, kenapa dulu enggak linier, kan dgn begitu bisa jadi dosen. Ah, tapi yoweslah emang udah jalannya begini #lhogimanatoh? wkwkwk 😛

    1. ekasamsul says:

      malah curhat, hehehe…
      kayaknya ga sampai sedetail itu linearitasnya mbak, saya aja pas S1 Elektro Power (mirip2 PLN), pas S2 Elektro Kontrol (Otomatisasi Industri).

  9. eni rahayu says:

    Toefl yg selalu membuat sy kecewa. Hiks… Padahal pengen banget S2… But nice info. Sapa tahu semangat belajar lagi

    1. ekasamsul says:

      semoga tetap semangat mbak Eni, sekarang banyal latihan Toefl Online, bahkan aplikasi android pun ada, malah ada pembahasannya juga.

  10. terima kasih telah berbagi informasi Mas, senang sekali rasanya membaca tulisan2 di blog ini, saya merasa bertambah wawasan semoga yang mengeleloa blog ini selalu di berikan kesehatan..

    1. ekasamsul says:

      terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*